Dafa Dream Land adalah sebuah kawasan wakaf produktif, lahir dari sebuah mimpi dan cita-cita besar: mewujudkan kemandirian ekonomi pondok, sekaligus menghadirkan ketahanan dan kedaulatan pangan bagi pesantren serta masyarakat sekitar.

Mimpi itu bermula dari lahan seluas 500 bata atau sekitar 7.000 meter persegi yang dibeli dan diwakafkan oleh Bapak H. Agus Hamid dan Ibu Hj. Juju Juariah (alm) pada tahun 2020. Lahan itu berada di tengah hutan dan kebun, tanpa akses jalan raya kecuali setapak kecil. Letaknya persis di seberang kawasan Pondok Modern Darul Falah Cimenteng. Dari sinilah benih mimpi itu ditanam.
Sejak awal pembebasan lahan, dalam sebuah doa bersama, saya menyampaikan harapan bahwa suatu saat kawasan ini akan berkembang menjadi minimal 25 hektare. Waktu itu, mungkin terdengar terlalu besar untuk diwujudkan. Namun dengan izin Allah, kini lebih dari setengahnya sudah tercapai.
Bayangan saya sederhana namun besar: dari lahan wakaf ini, lahir sumber pangan dan protein yang cukup untuk para santri dan guru. Tidak lagi bergantung pada pasar, melainkan swasembada pangan. Inilah jalan menuju kemandirian pondok, inilah ikhtiar menjaga ketahanan pangan.
Saya membayangkan hamparan sawah yang menghasilkan beras untuk makan para santri dan guru. Kebun sayur dan buah-buahan: pisang, nanas, alpukat, durian, petai, jengkol yang siap dipetik dari tanah sendiri. Pohon aren yang meneteskan manis gula aren dan kolang-kaling. Peternakan ayam petelur dan pedaging, ayam Sentul, budidaya ikan lele, nila, mas, dan gurame. Lumbung protein dari sapi perah, sapi pedaging, domba Garut, hingga kambing Saanen yang susunya dapat diperah. Semuanya hadir untuk menopang kehidupan pondok, bahkan memberi manfaat luas bagi masyarakat sekitar


Namun mimpi ini tidak berhenti pada pangan dan kemandirian ekonomi. Kelak, di lahan ini juga akan lahir sebuah peradaban besar. Akan hadir kawasan Camping Ground, area untuk pelatihan dan pembentukan team building, lengkap dengan ruang pertemuan dan villa tempat menginap. Ada coffee shop dan resto yang menyatu dengan alam, jogging track, area offroad, dan berbagai sarana lainnya yang bisa dimanfaatkan oleh komunitas maupun masyarakat umum.
Dafa Dream Land bukan hanya kawasan produktif, tetapi juga kawasan edukatif. Di sini generasi muda dapat belajar, menemukan inspirasi, serta berlatih kemandirian untuk menciptakan peluang kewirausahaan berbasis lingkungan. Inilah laboratorium kehidupan, tempat ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai perjuangan bertemu untuk melahirkan semangat baru.
Perlahan, satu demi satu gambaran itu mulai nyata. Di lahan yang dulu sepi, kini tumbuh kluster alpukat dan durian. Puluhan pohon aren siap diproduksi menjadi gula aren. Hamparan nanas Subang menghijau, rumput odot dan pakchong tumbuh subur untuk pakan ternak. Kolam lele mulai berisi, sayuran aquaponik dikembangkan, ayam Sentul mulai diternakkan. Benih mimpi itu mulai tumbuh menjadi kenyataan.


Namun perjalanan ini masih panjang. Jalan harus dibuka, infrastruktur perlu dibenahi, penerangan dan pengairan harus ditata, lahan masih harus terus dibebaskan. Banyak pekerjaan besar menanti di hadapan.
Kami sadar, pekerjaan ini terlalu besar jika hanya mengandalkan kemampuan manusia. Tetapi kami yakin, tiada yang terlalu besar bagi Allah. Mimpi ini kecil di hadapan-Nya, jika Dia berkehendak. Kami hanya punya cita-cita, tekad yang kuat, dan ikhtiar sebatas kemampuan. Selebihnya biarlah Allah yang menyempurnakan, dengan cara-Nya, dengan ridha dan keberkahan-Nya.


Dafa Dream Land adalah mimpi yang sedang ditulis oleh waktu, doa, dan perjuangan. Ia adalah jalan panjang menuju kemandirian pondok, ketahanan pangan, sekaligus pusat edukasi, rekreasi, dan inspirasi. Semoga Allah menuntun langkah ini hingga kelak, dari tanah wakaf ini, tumbuh kehidupan yang menebar manfaat seluas-luasnya bagi umat, bangsa, dan generasi masa depan.
Artikel Pesantren Sebelumnya: Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI Ke-80 Bersama Warga Kecamatan Cijambe