ai walter writes humanizer
DAHULUKAN PERTIMBANGAN, BARU KEMAUAN - darulfalah

DAHULUKAN PERTIMBANGAN, BARU KEMAUAN

  • Reading Time: 2 mins
  • - view: 6

Oleh: Ahmad asuharto,

Gontor: 28/10/2026

K.H. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, memberikan arahan agar kita mengikuti urutan tertentu ketika mempertimbangkan sesuatu, yaitu benar, baik, berguna, dan berhasil; setelah itu, barulah kita membangun kemauan. Artinya, kita tidak boleh mendahulukan kemauan sebelum memastikan kebenaran, kebaikan, kemanfaatan, dan kemungkinan keberhasilannya. Kita harus menundukkan kemauan kepada pertimbangan, bukan memaksakan pertimbangan untuk mengikuti kemauan. Prinsip ini sejalan dengan firman Allah, ????? ?????? ??? ?????? ???? ???? ?????? — “Janganlah engkau mengikuti sesuatu yang tidak engkau ketahui” (QS. Al-Isr?’ 17: 36). Sebab, keinginan yang tidak kita kawal dengan ilmu dan kebijaksanaan mudah mendorong kita mengambil keputusan secara tergesa-gesa.

Dalam praktiknya, kita tidak cukup membenarkan penyediaan fasilitas yang mewah dan serba nyaman hanya karena kita mampu mewujudkannya atau karena fasilitas tersebut terlihat membanggakan. Kita perlu mengajukan beberapa pertanyaan: apakah kita benar-benar membutuhkannya, apakah fasilitas tersebut mendukung pendidikan, apakah manfaatnya sebanding dengan biayanya, dan apakah pelaksanaannya tidak mengorbankan kemaslahatan santri dan pondok? Jangan sampai kita membiarkan kemewahan fasilitas mengurangi anggaran pembinaan, kesejahteraan guru, kebutuhan belajar, atau pengembangan pendidikan. Kaidah fikih mengingatkan, ?????? ???????????? ????????? ????? ?????? ???????????? — kita harus mendahulukan pencegahan kerusakan daripada meraih kemaslahatan ketika keduanya berbenturan. Dengan demikian, kita harus mengutamakan ketepatan fungsi dan besarnya manfaat bagi pendidikan, bukan kemegahan fasilitas.

Kemauan menggerakkan langkah kita, sedangkan pertimbangan menunjukkan arah yang harus kita tuju. Kemauan tanpa pertimbangan mendorong kita bertindak ceroboh; sebaliknya, pertimbangan tanpa kemauan membuat kita bergerak lamban. Karena itu, kita harus memastikan bahwa sesuatu benar, baik, berguna, dan layak berhasil sebelum mengerahkan kemauan untuk mewujudkannya. Prinsip ini mencerminkan kedewasaan dalam berpikir, ketepatan dalam menentukan prioritas, dan kebijaksanaan dalam berjuang. Kita bukan sekadar memenuhi semua yang kita inginkan, melainkan memperjuangkan apa yang benar-benar kita butuhkan dan membawa kemaslahatan.

Oleh: Tim Media Center

Pondok Modern Darul Falah Cimenteng.