Transformasi Pembelajaran di Era Digital: Workshop AI Design Creator Bekali Guru dan Santri dengan Kreativitas Berbasis Teknologi

  • Reading Time: 4 mins
  • - view: 8

Pondok Modern Darul Falah Cimenteng terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pendidikan melalui penyelenggaraan Workshop AI Design Creator bersama trainer AI Arcitecht, Ustadz Adi Pamungkas, S.Pd, pada Selasa, 05 Mei 2026 yang bertempat di kantor guru. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dewan guru, asatidz, dan ustaadzaah sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi pendidik di era digital.

Acara diawali dengan sambutan Ketua Dewan Pembina Yayasan, H. Agus Maulana, yang menekankan pentingnya upaya berkelanjutan dalam meng-upgrade diri melalui pemanfaatan teknologi AI agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada para santri. Senada dengan hal tersebut, pimpinan pondok, Al-Ustadz Komarudin, M.Pd, menegaskan bahwa penggunaan AI harus difokuskan pada pengembangan media pembelajaran yang menyenangkan, sehingga proses belajar menjadi lebih hidup dan tidak monoton.

Dalam sesi inti, Ustadz Adi Pamungkas, S.Pd memperkenalkan dirinya sebagai seorang AI Arcitecht sekaligus pendongeng inspiratif yang juga telah melahirkan berbagai karya tulis. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan aplikatif, beliau mengajak para peserta untuk langsung praktik memanfaatkan teknologi AI dalam berbagai kebutuhan kreatif.

Para peserta dibimbing mengeksplorasi penggunaan platform seperti ChatGPT dan Gemini untuk menghasilkan beragam karya, mulai dari desain 3D clay, konten PPDB, quotes inspiratif, infografis, pembuatan stiker, video animasi, hingga penyusunan modul pembelajaran interaktif berbasis GPT Arsitek. Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme, sehingga para guru tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memperoleh keterampilan praktis yang siap diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari.

Usai kegiatan hari pertama, Ketua Dewan Pembina Yayasan bersama pimpinan pondok mengajak Ustadz Adi Pamungkas mengunjungi Dafa Dreamland sebagai bentuk pengenalan pengelolaan wakaf produktif yang dikembangkan oleh pondok. Kegiatan bahkan berlanjut hingga malam hari dengan suasana yang penuh semangat kebersamaan.

Baca Juga : Zuhud Digital: Menjaga Kesehatan Mental dari Jeratan Fear of Missing Out (FOMO)

Pada Rabu, 06 Mei 2026, workshop dilanjutkan bersama para santri dan santriyah yang bertempat di Masjid Jami Al-Hamid. Para santri menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengikuti praktik langsung penyusunan prompt dalam ChatGPT dan Gemini untuk membuat berbagai desain kreatif sebagai sarana pembelajaran. Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan seluruh civitas pondok mampu mengintegrasikan teknologi AI secara bijak dan produktif, sehingga tercipta pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Usai memberikan pelatihan kepada para dewan guru, asatidz, dan ustadzah, Ustadz Adi Pamungkas, S.Pd kembali melanjutkan rangkaian Workshop AI Design Creator bersama seluruh santri dan santriyah. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 06 Mei 2026 ini bertempat di Masjid Jami Al-Hamid dan turut dihadiri oleh seluruh dewan guru yang ikut menyimak jalannya acara dengan penuh perhatian.

Kegiatan diawali dengan penyampaian kisah inspiratif tentang Uwais Al-Qarni. Melalui cerita tersebut, para santri diajak untuk merenungi nilai keikhlasan, pentingnya berbakti kepada orang tua, serta kesungguhan dalam menjalani kehidupan sebagai seorang penuntut ilmu. Suasana masjid pun terasa khidmat, sekaligus menyentuh hati para peserta yang menyimak dengan penuh perhatian.

Tidak hanya itu, dalam sesi pengantar, Ustadz Adi Pamungkas, S.Pd juga memberikan beberapa nasihat penting yang menjadi bekal bagi para santri. Beliau menekankan pentingnya adab kepada guru sebagai kunci keberkahan ilmu, memberikan tips agar tidak malas dalam belajar dengan membangun niat dan kedisiplinan, serta mengajak santri untuk memiliki hati yang lapang dalam menghadapi setiap ujian kehidupan.

Salah satu pesan yang paling membekas disampaikan melalui perumpamaan sederhana namun penuh makna:
“Ketika kita merasa sulit dengan masalah, bisa jadi wadah kita yang terlalu kecil, hati kita yang terlalu sempit. Karena jika garam ditaburkan di kolam, maka kolam itu tidak akan menjadi asin.”

Memasuki sesi utama, para santri diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai media pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Dalam praktiknya, mereka diajak untuk membuat berbagai karya digital seperti desain grafis, stiker, hingga animasi sederhana dengan memanfaatkan platform seperti ChatGPT dan Gemini AI.

Antusiasme para santri terlihat begitu tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif mencoba, bereksperimen, dan menuangkan ide-ide kreatif melalui teknologi yang diperkenalkan. Interaksi yang terbangun pun menjadikan suasana workshop semakin hidup dan menyenangkan.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan baru dalam bidang teknologi, tetapi juga membangun pola pikir kreatif, adaptif, serta kesiapan santri dalam menghadapi perkembangan zaman di era digital. Melalui workshop ini, diharapkan para santri mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, produktif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman dalam setiap langkahnya.

Artikel Sebelumnya : Prestasi Membanggakan di (Necom Scout Competition) NSC 2026: Santri Darul Falah Cimenteng Tunjukkan Dedikasi, Kekompakan, dan Semangat Juang Tinggi

Oleh: Tim Media Center

Pondok Modern Darul Falah Cimenteng.