Pondok Modern Darul Falah Cimenteng yang terletak di Desa Cimenteng, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Jawa Barat, merupakan salah satu pesantren modern yang perkembangannya sangat pesat di Subang. Pesantren ini secara tegas menasbihkan dirinya sebagai “Pondok Alumni”, yang berarti didirikan dan dikelola oleh para alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dengan kiblat sistem yang sepenuhnya meniru Gontor.
Berikut adalah detail mengenai sejarah, pendiri, perkembangan, serta kaitan eratnya dengan Gontor:
1. Sejarah dan Pendiri
Pondok Modern (PM) Darul Falah Cimenteng didirikan secara formal sebagai pondok berbasis wakaf pada tahun 2017 (melalui SK Kemenkumham tahun 2017). Tokoh kunci sekaligus nakhoda utama di balik berdirinya pesantren ini adalah H. Agus Maulana (seorang alumni Gontor angkatan 1992) sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Pesantren Darul Falah Cimenteng bersama dengan Ustadz Komaruddin putra asli dari desa Cimenteng sebagai pimpinan pondok.
Sejarah pendirian pondok ini dimulai dari lahan wakaf seluas 1.800 meter persegi dari KH Ahmad Fauzi (alm) alumni gontor, dan hanya memiliki 7 orang santri di awal perjalanannya. Fase pertama 2014-2016, masih berstatus pondok keluarga pada umumnya, Namun, sejak 2017 para pendiri membuat komitmen sakral (kemudian dipertegas dalam Komitmen Pendiri pada Juli 2020) bahwa:
PM Darul Falah Cimenteng adalah Pondok Wakaf. Bukan pondok milik keluarga, bukan milik kiai, dan bukan milik ahli waris pewakaf. Seluruh asetnya mutlak milik umat Islam.
2. Kaitan Erat dengan Pondok Modern Darussalam Gontor
Kaitan antara Darul Falah Cimenteng dan Gontor bukan sekadar hubungan historis, melainkan hubungan ideologis, sistemik, dan nilai. Darul Falah adalah replika Gontor yang dihadirkan di bumi Subang.
- Mengadopsi Panca Jiwa Gontor: Seluruh napas kehidupan santri di Cimenteng didasarkan pada Panca Jiwa Pondok yang diciptakan oleh Trimurti Pendiri Gontor, yaitu: Keikhlasan, Kesederhanaan, Berdikari, Ukhuwah Islamiyah, dan Jiwa Bebas.
- Sistem Wakaf Holistik: Mengikuti Gontor (yang terinspirasi dari Universitas Al-Azhar Kairo), Darul Falah menerapkan konsep di mana tidak hanya tanah dan gedung yang diwakafkan, tetapi para pengelolanya pun “mewakafkan diri” untuk mengajar tanpa mencari kekayaan pribadi di dalam pondok.
- Kunjungan Pimpinan Gontor: Legitimasi hubungan ini terlihat ketika pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal, putra pendiri gontor KH Ahmad Sahal, datang langsung ke Cimenteng, Subang, untuk meresmikan Masjid Al-Hamid yang berada di dalam kompleks pesantren tersebut. Juga Dr KH Hidayatullah Zarkasyi, MA putra pendiri gontor KH Imam Zarkasyi, Prof Dr KH Husnan Bey Fannani cucu pendiri gontor KH Zainuddin Fannani, KH Nasir Zen, anggota badan wakaf Pondok Modern Gontor dan para tokoh gontor lainnya.
- Pusat Kegiatan Alumni Gontor: Karena kentalnya warna Gontor di sini, PM Darul Falah Cimenteng kerap dipercaya menjadi tuan rumah bagi agenda-agenda besar silaturahmi nasional lintas marhalah (angkatan) alumni Gontor, Sarasehan Wakaf dan lain lain.




Kunjungan pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal, Dr KH Hidayatullah Zarkasyi, MA, Prof Dr KH Husnan Bey Fannani, dan KH Nasir Zen.
3. Perkembangan Pesantren
Meski tergolong sebagai pesantren yang masih muda (berdiri sekitar tahun 2017), lompatan perkembangannya terbilang luar biasa:
- Perluasan Lahan yang Masif: Dari awalnya hanya bermodalkan tanah 1.800 m2, melalui gerakan wakaf produktif yang agresif, kini luas lahan pesantren telah melonjak drastis mencapai 145.697 meter persegi (lebih dari 14 Hektar).
- Pertumbuhan Santri: Dari yang awalnya hanya 7 orang santri, kini pesantren ini telah dipercaya oleh ratusan wali santri (mencapai sekitar 380-an santri putra dan putri) yang mukim penuh di dalam asrama.
- Fasilitas Berarsitektur Modern: Kompleks bukit Cimenteng disulap menjadi kawasan pendidikan terintegrasi yang rapi, meliputi asrama putra/putri, ruang kelas, laboratorium komputer, media center, perpustakaan, hingga agrowisata wakaf produktif (seperti pengolahan air nira, peternakan domba, ayam dan ikan, perkebunan alpokat dan durian serta nanas).
- Jenjang Pendidikan: Pesantren menerapkan sistem Islamic & Cultural Boarding School dengan menyelenggarakan pendidikan formal tingkat menengah, yaitu jenjang Wustha (SMP) dan Ulya (MAN) dengan kurikulum kepesantrenan yang diadopsi dari KMI (Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah) Gontor serta program tahsin dan tahfidh quran.
Baca Juga : Prof.Dr.KH Husnan Bey Fananie M.A, Resmikan Gedung Baru PM Darul Falah Cimenteng
Salah satu misi yang terus dipertahankan oleh H. Agus Maulana di Darul Falah Cimenteng adalah menyediakan kualitas pendidikan premium khas Gontor dengan arsitektur dan fasilitas modern, namun dengan biaya yang sangat terjangkau bagi masyarakat luas melalui sokongan dana wakaf produktif.
Artikel Sebelumnya : Alumni “Disway Explore Bussines With Dahlan Iskan” Kunjungi Pesantren Darul Falah Cimenteng






