Dari Pohon Aren hingga Mentalitas Sukses, Santri Belajar Banyak Hal

  • Reading Time: 3 mins
  • - view: 8

SUBANG – Ahad, 24 Mei 2026, Pondok Modern Darul Falah Cimenteng kembali mendapat kunjungan istimewa. Ketua Dewan Pembina, H. Agus Maulana menghadirkan dua tamu spesial, yaitu dr. Basuki Yusuf dari Cirebon, seorang ahli pertanian yang sebelumnya juga berprofesi sebagai dokter umum, serta Ustadz Nuril Huda dari Tuban, Jawa Timur, seorang pengusaha sekaligus praktisi di bidang pertanian. Kunjungan ini menjadi momen berharga untuk berbagi pengalaman, ilmu, dan motivasi bersama keluarga besar pondok.

Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Dafa Dreamland untuk melaksanakan sharing session bersama para pekerja tenaga produksi gula aren. Dalam suasana santai dan penuh keakraban di Villa Dafa Dreamland, para tamu berdiskusi mengenai potensi besar pohon aren yang dinilai masih bisa terus dikembangkan. Tidak hanya soal peningkatan hasil nira dan produksi gula aren, mereka juga membahas potensi kolang-kaling hingga berbagai produk turunan lain seperti skincare, sapu lidi, dan sapu nyere.

Menurut para tamu, pohon aren merupakan tanaman yang memiliki manfaat luar biasa karena hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan. Bahkan, pengelolaan pohon aren tidak hanya berpotensi menjadi sumber penghasilan pondok, tetapi juga dapat dijadikan sarana pembelajaran kreatif bagi para santri, seperti belajar membuat produk kerajinan hingga produk perawatan alami. Selain itu, mereka juga menekankan pentingnya membangun market pemasaran yang mampu menampung hasil produksi pondok agar pengembangan usaha dapat berjalan lebih maksimal.

Usai berdiskusi di Dafa Dreamland, kegiatan dilanjutkan dengan kuliah umum dan motivasi bersama seluruh santri dan santriyah di Masjid Jami Al-Hamid Pondok Modern Darul Falah Cimenteng. Kedua tamu bergantian memperkenalkan diri sekaligus berbagi pengalaman hidup yang menginspirasi.

Dalam penyampaiannya, Ustadz Nuril Huda mengajak para santri untuk memahami keberkahan yang Allah SWT hadirkan di dunia. Menurut beliau, pohon menjadi simbol keberkahan karena sangat mudah dilipatgandakan manfaatnya bagi kehidupan manusia.

Beliau juga menyampaikan bahwa kekayaan sejati bukan hanya soal materi, melainkan karakter diri. “Orang kaya adalah orang yang memiliki karakter produktif, suka berusaha, dan bukan karakter yang suka meminta,” ungkap beliau. Ustadz Nuril kemudian menjelaskan tiga karakter orang sukses dan kaya, yaitu karakter produktif, karakter menanam, serta karakter memberi atau berkontribusi kepada sesama.

Sementara itu, dr. Basuki Yusuf membagikan perjalanan hidupnya yang penuh proses dan perjuangan. Sebelum menjadi ahli pertanian dan pengusaha, beliau pernah menjadi seorang dokter umum yang lahir dari lingkungan pesantren. Beliau menceritakan bahwa semasa mondok dahulu, dirinya senang membantu para petani. Keinginannya menjadi dokter pun muncul karena melihat banyak orang sakit yang kesulitan mendapatkan pengobatan.

Dalam penyampaiannya, beliau beberapa kali memberikan pesan yang menyentuh hati para santri. “Jangan pesimis ketika Allah tidak memberikan apa yang kalian inginkan, karena bisa jadi itu adalah cara Allah memberikan jalan terbaik,” tutur beliau. Beliau juga menegaskan bahwa menjadi dokter memang sulit, tetapi bukan berarti tidak mungkin untuk dicapai.

dr. Basuki turut menceritakan bagaimana dirinya pernah merasa kecewa karena usaha keras yang dilakukan belum membawa pada cita-cita yang diinginkan. Namun di balik itu semua, Allah SWT ternyata telah menyiapkan takdir yang jauh lebih baik. “Jangan melihat usaha kalian saat ini saja, tapi tetaplah menjalaninya dengan sepenuh hati, karena Allah SWT punya skenario terbaik bagi semua hamba-Nya,” tegas beliau di hadapan para santri.

Menutup sesi motivasi, beliau berpesan agar seluruh santri dan santriyah senantiasa menjalani setiap proses dengan kesungguhan serta terus membangun mentalitas dan spiritual diri sebagai syarat utama menuju kesuksesan. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab bersama para santri dan santriyah yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme.

Artikel Sebelumnya : Belajar, Mengabdi, dan Menumbuhkan Kemandirian lewat Spiritual Retreat Camp – Al Irsyad Satya Islamic School

Oleh: Tim Media Center

Pondok Modern Darul Falah Cimenteng.